HATI HATI! BAHAYA BAHAN ANTIBAKTERIA YG ADA DALAM SABUN YG SELAMA INI KITA SANGKA SGT BAIK UTK KESIHATAN KITA…

PERSATUAN Pengguna Pulau Pinang (CAP) menggesa pihak berkuasa mengharamkan segera bahan antibakteria triclosan berikutan mengandungi bahan kimia berupaya merosakkan kesihatan dan alam sekitar.

Presiden CAP SM Mohamed Idris berkata, triclosan adalah bahan ditambah kepada pelbagai produk pengguna bertujuan bagi mengurangkan atau mencegah pencemaran bakteria.

Beliau berkata, pada asalnya ia digunakan pakar bedah sekitar 1970-an bagi mencuci tangan sebelum melakukan pembedahan seterusnya berkembang serta dikomersialkan dalam sabun, ubat gigi termasuk produk lain seperti pakaian, peralatan dapur, perabot dan alat mainan.

“Kajian mendapati triclosan boleh menjejaskan aturan tiroid, testosterone dan estrogen yang boleh menimbulkan pelbagai masalah kesihatan seperti akil baligh awal, sperma kurang berkualiti, kemandulan, obesiti dan kanser selain menjejaskan pembelajaran dan memori, alahan serta melemahkan otot.

“Amerika Syarikat baru-baru ini sudah mengharamkan triclosan, malah 18 bahan antibakteria bagi mencuci tangan dan badan itu juga tidak mempunyai bukti saintifik lebih baik daripada sabun biasa atau mencegah bakteria serta penyakit tertentu,” katanya dalam sidang media di Pejabat CAP, Jalan Masjid Negeri, Georgetown, hari ini.

Beliau berkata, kajian dijalankan kerajaan Amerika Syarikat mendapati bahan berkenaan boleh menembusi kulit dan salur darah, malah penyelidik sudah mengesan triclosan dalam air kencing daripada 75 peratus subjek yang diuji.

Menurutnya, bahan berkenaan turut dikesan dalam susu ibu, alam sekitar iaitu tanah, air dan ikan.

Katanya, tinjauan CAP turut menemui pelbagai produk yang mengandungi triclosan seperti sabun, ubat gigi, cucian tangan, gel mandian, syampu badan antibakteria bagi kanak-kanak serta pencuci lantai dan tandas.

“Undang-undang Malaysia tidak mewajibkan pengeluar melabel kandungan bahan kimia dalam produk mereka menyebabkan pengguna sukar mengetahui kandungan triclosan atau bahan kimia lain yang memudaratkan ada digunakan.

“Sehubungan itu, CAP menyeru pihak berkuasa melarang pengeluaran, pengimportan, pengedaran dan penjualan produk yang mengandungi bahan kimia ini kerana ia mampu menjejaskan kesihatan dan alam sekitar.

“Pengguna boleh melindungi diri daripada bakteria dengan mencuci tangan dengan baik. Lap dengan tuala bersih, mencuci permainan kanak-kanak dengan kerap serta mendidik anak mengenai cara mencuci tangan dengan betul,” katanya.

 

sumber: hmetro

8 Bahaya Sabun Antibakteri Bagi Kesehatan

 

Kita tentu sering melihat iklan sabun batang maupun sabun cair yang diberi label ‘antibakteri’. Label antibakteri pada sabun sebenarnya justru menyesatkan konsumen. Sebab, masyarakat akan salah mengartikan label antibakteri dan menganggap sabun tersebut akan menjamin mereka tetap sehat serta melindungi tubuh dari kuman dan bakteri.

8 Bahaya Sabun Antibakteri Bagi Kesehatan
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Sebuah organisasi pengawas obat dan makanan AS, Food and Drug Administration (FDA) justru merekomendasikan orang untuk menggunakan sabun biasa dan air untuk mencuci tangan.

Hal ini karena sekitar 75 persen dari sabun cair antibakteri dan 30 persen dari sabun batang antibakteri menggunakan bahan kimia yang disebut triclosan. Selain triclosan, bahan kimia berbahaya lain yang ditemukan di sebagian besar sabun antibakteri yakni triclocarban, 2-butoxyethanol, bisphenol A, d-limonene, pewarna, paraben, phthalates dan klorida.

Banyak ahli percaya bahwa penggunaan produk dengan bahan-bahan kimia ini dalam jangka panjang bisa berbahaya bagi kesehatan. Berikut adalah beberapa alasan utama mengapa Anda harus berhenti menggunakan sabun antibakteri.
Efek Samping Sabun Antibakteri Terhadap Kesehatan
Bertindak sebagai endokrin disruptor

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa triclosan, salah satu bahan kimia utama dalam sabun antibakteri, mengganggu kinerja hormon tiroid. Hal ini disebabkan triclosan menyerupai hormon yang dikeluarkan oleh kelenjar tiroid. Dengan demikian, triclosan mengikat reseptor, menyebabkan fungsi tiroid menjadi terganggu.
Penyebab ketidakseimbangan hormon

Bahan kimia berbahaya dalam sabun antibakteri dapat mengubah fungsi hormonal dari sel manusia dan hewan. Bahkan, triclosan dapat mempengaruhi kelenjar seperti prostat yang mengatur hormon testosteron. Hal ini dapat menyebabkan prostat tumbuh lebih besar.

Dalam sebuah penelitian tahun 2007 yang diterbitkan dalam jurnal Endokrinologi, peneliti menemukan dua efek utama triclocarban. Pertama pada sel manusia di laboratorium, triclocarban meningkatkan ekspresi gen yang biasanya diatur oleh testosteron. Kedua, ketika tikus jantan diberi makan triclocarban, organ testosteron seperti kelenjar prostat tumbuh besar melebihi normal.

Tidak efektif melawan bakteri baru

Salah satu alasan utama konsumen menggunakan produk antibakteri biasanya untuk membunuh kuman dan bakteri. Namun di sisi lain, tubuh tidak secara alami membangun ketahanan terhadap bakteri baru.

Selain itu, seperti dalam kasus antibiotik, penggunaan jangka panjang dari sabun antibakteri justru membuat bakteri menjadi resisten antibiotik. Dengan kata lain, bakteri akan semakin kebal dan tidak gampang mati.

Membuat kulit lebih cepat kering

Alasan lain kenapa sabun antibakteri tidak baik untuk kesehatan yaitu sabun antibakteri ini dapat membuat kulit kering. Agen antibakteri yang kuat dalam sabun, triclosan membuat kulit cepat kering.

Hal ini menyebabkan kulit kering yang disertai gatal-gatal, kemerahan, iritasi dan mengelupas. Para ahli justru merekomendasikan sabun herbal yang biasanya mengandung lidah buaya atau minyak kelapa yang baik untuk kelembaban kulit.

Membuat rentan terkena alergi
Jika Anda menggunakan sabun antibakteri untuk melindungi anak-anak Anda dari kuman dan bakteri, Anda harus berpikir dua kali. Menurut penelitian, triclosan diyakini menjadi penyebab peningkatan kasus alergi pada anak-anak.

Sabun antibakteri dapat mempengaruhi perkembangan sistem kekebalan tubuh anak. Alhasil, anak Anda lebih rentan terhadap alergi tertentu, terutama demam.

Kerusakan perkembangan janin

Triclosan juga dapat menyebabkan masalah perkembangan pada janin. Penggunaan sabun antibakteri secara terus menerus berisiko menyebabkan cacat lahir dan keterlambatan perkembangan setelah bayi lahir.

Sebuah studi 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism melaporkan bahwa triclosan dapat secara signifikan memperlambat perkembangan bayi yang belum lahir.

Penyebab kenaikan berat badan

Triclosan, agen antibakteri, yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan. kimia ini sering digunakan oleh petani untuk meningkatkan berat badan hewan ternak.

Sebuah studi 2013 yang diterbitkan dalam PLOS ONE menemukan bahwa seseorang dengan urin yang tinggi kandungan triclosan lebih cenderung memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi (BMI).

Mencemari lingkungan

Penggunaan dan terlalu sering menggunakan sabun antibakteri yang sarat dengan bahan kimia berbahaya dapat merugikan lingkungan. Bahan kimia dalam sabun ini bisa mencemari saluran air dan berisiko masuk ke dalam tubuh melalui air yang kita minum setiap hari.

Nah, itu tadi beberapa bahaya kesehatan yang ditimbulkan akibat penggunaan sabun antibakteri. Oleh sebab itu, sangat disarankan untuk menggunakan sabun biasa atau sabun herbal yang jelas lebih aman untuk tubuh dan lingkungan.

Bahaya di Balik Sabun Bersifat Antibakteri

TRIBUNNEWS.COM – Penelitian terbaru menunjukkan jika bahan-bahan yang digunakan untuk membentuk sabun dan pasta gigi ternyata menyebabkan resistensi antibiotik dan memicu menyebarnya superbug.

Adalah triklosan yang menjadi biang itu semua.

Periset menemukan bahwa bahan kimia yang ditemukan di sabun, pasta gigi, dan produk pembersih itu bisa membuat bakteri lebih kebal terhadap antibiotik.

Sebuah penelitian baru di Inggris menemukan bahwa bakteri yang terpapar triklosan bisa menjadi lebih tahan terhadap kelompok antibiotik yang dikenal sebagai kuinolon.

Kuinolon adalah antibiotik umum yang digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih, sinusitis, bronkitis, dan pneumonia.

Peringatan tersebut datang hanya setahun setelah penggunaan triclosan dalam sabun antibakteri dilarang oleh Food and Drug Administration (FDA) AS.

Apa itu triklosan?

Triklosan adalah bahan ‘aktif’ dalam banyak sabun dan produk pembersih yang diklaim memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

FDA melarang produk kimia dari produk konsumen setelah ilmuwan mengungkapkan bahwa tidak ada gunanya membunuh kuman selain menggunakan air panas dan sabun biasa.

Meski begitu, bahan ini masih bisa ditemukan di berbagai produk rumah tangga, termasuk sabun, pasta gigi dan mainan anak-anak.

Padahal, para peneliti telah menemukan bukti bahwa bahan kimia tersebut dapat dikaitkan dengan peningkatan resistensi antibiotik.

Peneliti yang mempelajari kuman perut E. coli di laboratorium menemukan bahwa triklosan dapat menyebabkan resistensi antibiotik melalui fenomena yang dikenal sebagai ‘cross resistance’.

Cross-resistance adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana paparan satu zat dapat menyebabkan bakteri menjadi kebal terhadap zat serupa yang belum pernah ditemui sebelumnya.

Periset menemukan bahwa bakteri yang terpapar triklosan juga dapat berevolusi melawan kuinolon.

Kuinolon membunuh bakteri dengan menargetkan zat kimia yang terlibat dengan replikasi DNA.

Ketika sel bakteri terbagi menjadi dua, salinan DNA-nya dibuat untuk diteruskan ke sel anak baru.

Namun para peneliti menemukan bahwa bakteri mampu mengembangkan pertahanan khusus untuk melawan serangan oleh kuinolon.

Kuman dapat menghindari antibiotik dengan cara mengubah mutasi baru yang menghentikan kuinolon untuk menghancurkan DNA-nya.

Dan mutasi ini juga membuat bakteri resisten terhadap pengobatan dengan triklosan.

Peneliti memperingatkan bahwa fenomena tersebut juga dapat terjadi secara terbalik, dengan paparan triclosan yang menyebabkan bakteri berkembang mutasi yang dapat melindungi mereka terhadap kuinolon.

ILUSTRASI© Disediakan oleh tribunnews ILUSTRASIILUSTRASI (WIKIMEDIA)

Ancaman resistensi antibiotik

Dr. Mark Webber, dari Institute of Food Research di University of Birmingham, mengatakan, “Kekhawatirannya adalah bahwa ini mungkin terjadi sebaliknya dan paparan triclosan dapat mendorong pertumbuhan strain yang resisten terhadap antibiotik.

“Hal ini sudah terjadi pada E. coli. Karena kami kehabisan obat yang efektif, makanya memahami bagaimana resistensi antibiotik dapat terjadi dan dalam kondisi apa menjadi penting untuk menghentikan bakteri yang lebih resisten.”

Organisasi Kesehatan Dunia sebelumnya telah memperingatkan bahwa resistensi antibiotik merupakan salah satu ancaman terbesar bagi kesehatan global.

Rekan Webber, Profesor Laura Piddock, dari Institut Mikrobiologi dan Infeksi di Universitas Birmingham, menambahkan, “Hubungan antara resistensi kuinolon dan triklosan penting karena triklosan telah tersebar ke lingkungan dan tubuh manusia dalam 20 tahun terakhir.

“Mengingat prevalensi triklosan dan antimikroba lainnya di lingkungan, pemahaman yang lebih besar tentang dampak yang mereka berikan terhadap bakteri dan bagaimana paparan antimikroba ini dapat mempengaruhi pemilihan dan penyebaran resistensi antibiotik yang relevan secara klinis.” (Intisari/dailymail.co.uk)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*